x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

DPRD Jatim: Perizinan Lambat Bisa Gagalkan Target Investasi Rp147,7 Triliun

Avatar Alkalifi Abiyu

Politik & Pemerintahan

Lingkaran.net - Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar, menyoroti pentingnya pembenahan layanan perizinan sebagai kunci mendongkrak realisasi investasi di Jawa Timur. Ia menanggapi Pemprov Jatim yang menetapkan target investasi mencapai Rp147,7 triliun pada tahun 2026. 

Mantan Wali Kota Kediri ini pun mendorong pembentukan task force khusus agar proses perizinan lebih cepat, terintegrasi, dan tidak membuat investor berpaling ke provinsi lain. 

Menurutnya, potensi investasi Jawa Timur sangat besar dan telah didukung langkah agresif promosi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Namun, upaya tersebut harus diimbangi dengan kemudahan birokrasi. 

“Potensi Jawa Timur ini besar, dan DPMPTSP juga agresif menawarkan peluang investasi. Tapi harus diimbangi kemudahan layanan perizinan. Harus ada task force khusus supaya investor yang masuk bisa menyelesaikan semua urusannya,” ujar Abdullah saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026). 

Ia menegaskan, pemerintah provinsi harus mengambil peran penuh dalam memastikan seluruh proses investasi berjalan cepat dan tidak berbelit. Hal ini dinilai krusial jika Jawa Timur ingin bersaing dengan daerah lain dalam menarik investor. 

“Jadi mereka tidak perlu melirik ke provinsi lain. Semua harus bisa diselesaikan di Jawa Timur. Mau tidak mau, ini harus diambil oleh Pemprov kalau ingin investasi tumbuh cepat,” tegasnya. 

Sementara itu, Pemprov Jatim menargetkan realisasi investasi sebesar Rp147,7 triliun pada tahun 2026, atau setidaknya menyamai capaian tahun 2025. Target tersebut tetap dipatok meski kondisi geopolitik global tengah bergejolak. 

Kepala DPMPTSP Jatim, Dyah Wahyu Ermawati, menyatakan optimisme target tersebut dapat tercapai. Ia menyebut, sebagian besar investasi yang masuk pada 2026 merupakan kelanjutan dari investor yang telah lebih dulu berinvestasi di Jawa Timur. 

“Targetnya di tahun 2026 ini Rp147,7 triliun. Jadi paling tidak harus melampaui atau minimal sama,” ujarnya, Selasa (17/3/2026). 

Dyah menambahkan, investor dengan nilai besar saat ini masih cenderung bersikap wait and see. Karena itu, pihaknya mulai menggarap investor skala kecil dengan pendekatan pelayanan yang lebih intensif. 

“Yang kecil-kecil kita jaga kepercayaan mereka. Kita layani dengan baik, kalau ada masalah kita selesaikan,” katanya. 

Pemprov Jatim juga memastikan iklim investasi tetap aman dan kondusif sebagai daya tarik utama. Sektor yang paling diminati investor saat ini meliputi industri makanan, kimia, aluminium, smelter, serta industri logam lainnya.

Artikel Terbaru
Jumat, 14 Agu 2026 17:50 WIB | Umum

Darurat Kekeringan Jatim Meluas, Kini 22 Daerah Tetapkan Status Kedaruratan

Lingkaran.net - Ancaman kekeringan di Jawa Timur semakin meluas. Hingga pertengahan Agustus 2026, sebanyak 22 kabupaten/kota telah menetapkan status ...
Jumat, 14 Agu 2026 13:51 WIB | Politik & Pemerintahan

Prabowo Ungkap 121 Kebijakan dalam 663 Hari, 8 Komoditas Pangan Kini Capai Swasembada

Lingkaran.net - Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintahannya selama 21 bulan atau 663 hari dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang ...
Jumat, 14 Agu 2026 10:09 WIB | Umum

Kasus Suntikkan Cellulite di Bali, Pengacara Minta Hukuman Seringan-ringannya

Terdakwa kasus dugaan praktik tenaga kesehatan tanpa izin, Mutiara Putri Mahardika mengakui pernah melakukan penyuntikan cairan Lipo Lab kepada korban ...