x lingkaran.net skyscraper
x lingkaran.net skyscraper

Kinerja Seret, Gaji Ngebut! DPRD Jatim Desak Biro Khusus BUMD

Avatar Alkalifi Abiyu

Ekbis

Lingkaran.net - Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur menjadi bulan-bulanan kritik. Pansus DPRD Jatim mendorong pembentukan biro khusus untuk membenahi tata kelola, sekaligus menyinggung ketimpangan antara gaji direksi yang tinggi dengan capaian kinerja yang dinilai belum optimal. 

Wakil Ketua Pansus BUMD DPRD Jawa Timur, Mohammad Nasih Aschal, menegaskan pentingnya langkah konkret dalam membenahi kinerja BUMD. Salah satu rekomendasi utama yang dihasilkan adalah pembentukan biro khusus yang menangani BUMD secara lebih terstruktur dan profesional. 

Menurut Ra Nasih sapaan akrabnya, pembentukan Biro BUMD ini bukan tanpa alasan. DPRD ingin mengadopsi pola pengelolaan dari daerah lain yang dinilai lebih efektif dalam mengoptimalkan kinerja perusahaan daerah. 

“Di beberapa provinsi lain, pengelolaan BUMD lebih optimal karena ada kelembagaan yang fokus. Ini yang ingin kita dorong di Jawa Timur,” ujarnya, Selasa (5/5/2026). 

Ia menambahkan, pembentukan biro tersebut harus memiliki dasar hukum yang kuat serta didukung sumber daya manusia yang kompeten. Pansus, kata dia, juga telah memberikan rekomendasi teknis terkait hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh pihak eksekutif. 

“Legal standing harus jelas, termasuk kesiapan SDM-nya. Semua sudah kami rekomendasikan,” tegasnya. 

Ra Nasih memastikan, rekomendasi Pansus ini tidak akan berhenti di laporan semata. Tindak lanjutnya akan dibahas lebih lanjut di Komisi C DPRD Jatim untuk memastikan implementasi berjalan konkret. 

Di sisi lain, Pansus juga menyoroti belum meratanya penerapan efisiensi di tubuh BUMD. Padahal, pemerintah daerah telah melakukan langkah penghematan anggaran secara signifikan. 

“Kita melihat efisiensi belum terjadi di BUMD, sementara pemda sudah melakukannya. Ini yang menjadi perhatian serius,” ungkapnya. 

Tak hanya itu, persoalan gaji direksi yang tergolong tinggi juga menjadi sorotan tajam. Nasih mengaku pihaknya merasa resah karena besaran kompensasi yang diterima tidak sebanding dengan hasil kinerja yang diberikan. 

“Kami melihat ada ketidakseimbangan. Gaji yang diterima cukup besar, tapi hasil yang dicapai belum optimal,” katanya. 

Ia menegaskan, dalam prinsip tata kelola yang sehat, penghargaan atau reward harus diberikan setelah kinerja terbukti optimal, bukan sebaliknya. 

“Kelembagaan yang sehat itu kinerjanya dulu yang harus optimal, baru kemudian bicara soal penghargaan,” tandasnya.

Artikel Terbaru
Senin, 03 Agu 2026 14:52 WIB | Umum

DPRD Surabaya Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Agustus

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengajak seluruh warga Kota Surabaya menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan ...
Senin, 03 Agu 2026 12:11 WIB | Olahraga

Dulu Main di Indonesia, 2 Pemain Ini Sekarang Bertarung di Kompetisi Tertinggi Eropa

Panggung sepak bola Eropa musim 2026/2027 menjadi saksi kiprah dua legiun asing alumni Liga 1 atau Indonesia Super League. ...
Senin, 03 Agu 2026 10:50 WIB | Hype

Link Download Logo HUT ke-81 RI Versi PNG, JPG, AI, PDF

Masyarakat kini sudah bisa mengunduh logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 2026 secara gratis. ...